Berserah

air hujan masih tergenang dan belum surut dari sisa hujan semalam
pagi ini udara dingin, langit masih mendung
matahari bersembunyi , dibalik gelapnya awan
melangkah, mengahkiri hari-hari terahkir di penghujung tahun
syukur hari ini masih seperti hari kemarin,entah hari esok tiada seorang pun yang tahu
yang terjadi saat ini burung burung tidak berkicau, apa lagi suara tokek
kabut gelap menyelimuti bumi seakan ingin mengatakan hidup ini akan penuh dengan kepedihan
mungkin besok mungkin lusa entah lah dan akan ada ratapan di mana2
alam telah memberi isyarat agar kita ber -siap2 dalam menjalani kehidupan ini dengan penuh
ber-hati2 dan tawakal, gempa bumi, banjir, gunung meletus ada lah awal dari penderitaan
ku pandang wajah dalam cermin, wajah yang kini telah penuh dengan kerutan, rambut telah menipis dan
memutih, mata sayu dan tak bersinar, tubuh terasa tak berdaya, memang kodrat tak dapat
dilawan karena semuanya harus terjadi
angin pagi yang dingin, membuat tubuh ini terhempas dalam selimut usang yang belum
sempat dicuci
lamunan me-layang2 kesana kemari bagaikan angin yang mengoyangkan pohon mahoni
tidak ada lagi angan- angan yang ingin di capai , yang ada hanyalah pasrah menunggu takdir Illahi.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

kita memang berbeda

kupandang se- ekor kupu2 yang terbang kesana kemari
pagi nan cerah dengan udara yang segar serta tiupan angin sepoi sepoi
membuat hati begitu damai .
ku membersihkan daun2 kering yang berjatuhan dihalaman
engkau hai kupu kupu masih tetap terbang berpindah dari satu kembang ke kembang yang lain
hidup mu tampak tiada beban dan penuh dengan kebebasan
mempunyai sayap yang begitu indah dengan warna yang menawan
bahagia menjalani kehidupan dalam cuaca dan situasi apa pun
aku tidak iri, karena sadar bahwa kita memang berbeda.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bulan purnama

Air sungai terus mengalir
musim terus berlalu
angin terus bertiup
siang malam tetap berganti
bumi terus berputar
matahari tetap terbit di timur dan tenggelam di barat
duduk di bawah cahaya bulan purnama sambil makan kue bulan
melepas kesedihan masa lalu
berharap kebahagiaan datang sepanjang masa

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jangan membandingkan

serumpun mawar dan stroberi
yang satu berduri yang lain tidak
yang satu harum mewangi, yang lain tidak
yang satu beraneka warna, yang lain tidak
yang satu buahnya dapat di makan, yang lain tidak
semua perbedaan yang tak berarti
karena kalian adalah serumpun yang dapat di nikmati
nilai kelebihan dan kekurangan adalah keseimbangan
jadi tidak perlu iri hati dan dengki

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tiada yang tau

aku tidak tau dimana harus kita bertemu
aku tidak tau berjuta langkah telah engkau tempuh
aku tidak tau beribu pengorbanan telah engkau lakukan
aku tidak tau janji mu yang telah engkau kalungkan di dada
aku tidak tau kapan engkau bahagia, kapan engkau merana
aku tidak tau perjalanan mu pergi untuk tak kembali
aku tidak tau pertemuan ini adalah yang terahkir
aku tidak tau disini kita harus berpisah
kehidupan manusia tiada seorang pun yang tau

Posted in Uncategorized | Leave a comment

di panti jompo

wajah wajah yang penuh kemurungan dengan sorot mata yang kosong
badan kurus kering , kulit telah keriput, gigi hanya sisa beberapa
berjalan dengan langkah yang ter gopoh2
tiada sanak tiada sahabat , hanya berteman sesama penghuni
hari hari yang dilaluinya terasa begitu lama di sepanjang tarikan napas
dalam penantian menunggu ajal menjemput di tempat ini
siapa sangka siapa menduga kehidupan mu harus berahkir disini
manusia terlahir dengan kehidupan penuh misterius
kodrat masing masing telah di tentukan oleh sang Pencipta
tak perlu bertanya, tak perlu menyesal, karena
rahasia Pencipta menentukan yang terbaik bagi masing masing ciptaannya
marilah terima semuanya dengan ihklas dan penuh kepasrahan
sadarlah bahwa rancangan Nya adalah kebahagiaan bukan kehancuran

Posted in Uncategorized | Leave a comment

quinsy(7/7/2022)

hujan deras disertai petir di pagi hari telah menghalangi cahaya sinar mentari
kabut gelap menutupi angkasa se akan akan hari telah malam
udara begitu dingin sedingin hatimu yang merana
tiada lagi belaian kasih , tiada lagi tawa riang,
tiada lagi yang menemani, tiada lagi yang perduli
semuanya telah pergi, semuanya telah tiada
terasa begitu menyayat hati, namun apa daya
ini bukan kehendak mu, tetapi kehendak Nya
engkau kini sendiri……….
malaikat kecil ini akan terbang pergi menuju rumah singgahan baru
untuk membuka lembaran indah dalam mengarungi kehidupan di dunia
di iringi deras nya air hujan menempuh perjalanan jauh sampai ke panti
di rumah ini engkau akan bertumbuh dalam asuhan wali Illahi
semoga engkau kelak mekar bagaikan melati putih yang dapat membawa
aroma wangi untuk sekeliling.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

sudah saatnya

sungai aare yang biru bening dan mempesona
angin sepoi sepoi bertiup dari selatan
sampan di tepian sungai terombang ambing oleh arus air
lambaian tangan mu terlihat jauh disana di dalam derasnya arus
bagaikan setangkai kayu kering yang terhanyut mengikuti aliran air
engkau pergi bersama birunya air sungai yang mengalir terus dan tak pernah balik
cerita duka telah engkau patri diatas bebatuan
sungai aare telah menelan mu masuk ke dalam perut nya yang terdalam
bersama angin bersama daun bersama batu kini engkau telah menyatu
tangisan pilu ayah bunda merana bersedih namun tak berdaya
alam telah mengatur pesta perpisahan nan indah
karena telah tiba saat nya
dalam kegaluhan hati tak terperi, hanya lagu seruling bambu pelipur lara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

fantasi

melangkah dan terus melangkah mengikuti ayunan kaki
mengharapkan jalan yang datar
bila hari telah gelap memandang langit yang bertaburan bintang
menghibur hati yang penuh luka
mata memandang jauh menembus bayangan malam
tubuh masih berdiri berpijak di atas bumi
tak menghiraukan tulang tulang yang telah rapuh
bernyanyi bersenandung dalam kepiluan
bersenda gurau dalam keresahan bathin
ingin berlari dari kehidupan yang penuh fantasi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HBD Indah

angin pagi berhembus sepoi sepoi diawal bulan mei
matahari masih tersembunyi malu malu di ufuk timur sana
angin datang menyampaikan salam dalam alunan irama yang merdu
mata memandang ke lapang rumput yang terbentang luas
engkau telah datang dan hadir dalam balutan warna hijau mempesona
seorang bidadari yang diutus turun dari khayangan
untuk memulai kehidupan dalam alam cakrawala , mengarungi bimasakti
waktu telah membawamu menuju seribu purnama
menempuh perjalanan panjang yang telah dilalui sampai di hari ini
takdir merubah semua, kini engkau tidak sendiri
sang hyang ilahi telah memberimu seorang arjuna perkasa , dan dua putri nan jelita
hari ini engkau akan membuka kembali cerita kehidupan baru diusia baru
menjelang hari esok yang tiada menentu
apa yang akan terjadi nanti tak tertebak
suka duka akan datang silih berganti bagaikan pasang surutnya air laut
jadilah seperti angin yang datang dan pergi tanpa penyesalan
untuk dapat menebarkan wewangian cinta kasih
dan hanya kepada Gusti Allah , engkau bersujud dan berserah

Posted in Uncategorized | Leave a comment