tidak mau kalah

Mau percaya siapa saat ini

yang ini katanya salah

yang itu katanya benar

sini sana tebarkan fitnah

Mau percaya siapa saat ini

yang ini menyuruh itu

yang itu menolak ini

sini sana maunya sama benar

Mau percaya siapa saat ini

katakan benar ternyata salah

katakan salah ternyata benar

dunia penuh sandiwara

Mau percaya siapa saat ini

tidak sadar kah ada disana

hakim agung diatas hakim dunia

tunggu saja keputusanNya nan adil

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dalam renungan

Awan menitiskan embun membasahi ilalang

bunyi tekukur di pagi merekah

entah mengapa kepiluan begitu menyesak di dada

Memandang keatas tempat Tuhan berteduh

pohon tidak menghasilkan buah, sawah ladang kering

kemarau yang begitu panjang membakar bumi

peluh membasahi tubuh lelah letih

menunggu hujan turun dan angin senja menembus

Berjalan berpijak pada tanah kering

peluh membasahi tubuh rentan tak berdaya

kemana kaki melangkah sejauh angin berhembus

untuk berhenti pada ahkir perjalanan

membawa malam penuh kesyaduhan

Mohon pengampunan sang Gusti raja semesta

untuk menjalani kehidupan hari esok

dalam damai Tuhan yang Maha penyayang

Posted in Uncategorized | Leave a comment

kesia-siaan

mengapai kebahagiaan dengan tidak henti2nya berusaha untuk mendapatinya

ambisi dan kesombongan menguasai ahlak dan raga

sehingga nalar telah terkalahkan

keinginan yang tak pernah berkesudahan selama masih di beri napas

tidak pernah menyadari akan berkat dan karunia yang sudah di dapatinya

pabila saat tiba waktunya ketika tubuh telah lemah dan tak berdaya

disitu baru engkau menyerah dan pasrah menyadari akan keterbatasanmu

sebagai manusia

diatas ranjang tubuhmu menjulur diam dan membisu dengan mata yang terpenjam, masih ada kah tetesan air yang keluar dari matamu? entahlah

dalam keheningan sunyi sepi saat ini , baru menyadari bahwa semua keinginan semua kesombongan semua ambisi adalah sia sia

ahkirnya Tuhan memanggilmu

dalam waktu sekejap tubuhmu telah menyatu kembali dengan bumi

lalu semuanya hilang lenyap

itulah manusia yang sia sia.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Berharap


Hujan begitu deras malam ini membuat langit gelap, tiada bulan tiada bintang, semuanya redup

diluar sana angin bertiup kencang  pohon bergoyang se-akan2 sedang menari sebuah simphoni yang indah terlukis

membuka album lama goresan tinta gambaran kehidupan yang kini telah usang termakan usia

sunyi sepi sendiri menatap langit hitam kelam nan membisu

angin dingin menusuk tulang terasa pedih perih

tiada tempat berkeluh tiada tempat mengadu semuanya diam dalam kegetiran rasa memejamkan mata bertelut berdoa berharap  hujan segera berhenti agar bulan dan bintang akan  bersinar kembali

penyesalan telah terhapus dalam sanumbari yang tersisa hanyalah sebuah kepasrahan dengan harapan menunggu malam cepat berlalu agar dapat melihat terangnya sinar mentari pagi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

selamat tahun baru

Awal dari perjalanan ini, melangkah menyusuri tebing2 kehidupan

entah datar, entah terjal.

Tak tahu akan kemana tujuan ahkir selama roda bumi masih berputar

kaki tetap melangkah dan terus berjalan bersama napas kehidupan

hari esok siapa yang tahu, namun bersiap payung sebelum hujan turun. dalam menjalani kehidupan di tahun ini bersiap diri untuk di lukis

akankah dirimu di lukis bagai pelangi yang indah , ataukah bagai awan mendung hitam kelam di atas langit.

bersiap, berserah, dengan apa yang akan  dilakukan oleh yang empunya alam semesta.

serahkan tubuh dan jiwamu dengan ihklas dan penuh kepasrahan

Janganlah kamu memikirkan hal hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan.

Tuhan telah berjanji bahwa Ia yang akan memperdulikan kamu

jangan pernah bimbang ataupun ragu

berjalanlah sesuai dengan langkah yang diarahkan dalam menempuh

kehidupan layak dan berkenan kepada Nya.

jangan kuatir dalam menjalani tahun yang baru ini, marilah dengan penuh optimis kita hadapi tahun baru ini dengan penuh keyakinan bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita adalah seizin dan sekehendakNya.

Selamat memasuki tahun baru.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

dipenghujung tahun

Ahkirnya tiba juga dipenghujung tahun,  sebentar lagi desember akan berlalu angin bulan desember bertiup begitu kencang begitu dingin menusuk tulang dalam kegalauan hari ahkir yang sunyi dan sepi   duduk menghitung hari2 yang telah dilewati sepanjang perjalanan tahun ini kesedihan … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

Ibu

Engkau ditakdirkan menjadi tulang rusuk dari lelaki

Engkau ditakdirkan mengandung dan melahirkan

Engkau ditakdirkan sebagai pengasuh dan perawat anakmu

Engkau ditakdirkan sebagai pendidik dan pelindung anak2mu

sehingga engkau mendapat julukan    “IBU”

Ibu betapa besar pengorbananmu

ibu betapa besar kasih sayangmu

ibu engkau hanya memberi dan tak mengharap kembali

namun tidak selamanya engkau bahagia

tidak semua yang kau harapkan bisa kau dapatkan

tidak semua yang kau inginkan bisa kau terima

tidak ada satupun yang dapat menghapus air matamu

namun engkau tetap tabah

engkau tetap tersenyum

ku tak dapat membalasnya semua untukmu ibu

walau ku sadari bahwa surga ada ditelapak kakimu

ampun aku ibu !!!!!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Indah pada waktunya

Angin laut bertiup sepoi2, nyiur melambai lambai

ombak menderu dan memecahkan buih di tepian pantai

Senja itu terlihat pelangi nan indah bagaikan goresan pena warna warni diangkasa biru.

Kenikmatan sesaat sebelum bumi ditelan malam nan gelap

kabut hitam menutupi langit, tiada bulan tiada bintang.

Duduk termenung seorang diri meratapi nasib.

mengenang masa muda, setiap langkah meninggalkan jejak, namun akan hilang terhapus air dan debu.

Hari2 penuh ceria kini telah sunyi sepi tiada lagi tawa dan canda

satu persatu pergi dan hilang tak berkesan. yang tinggal hanyalah kesedihan.

Perpisahan harus terjadi disetiap kehidupan.

Buat apa bermuram durja, bukankah hidup ini lebih indah dari bunga bakung.

Setiap tarikan napas adalah anugrah, olehnya itu bersyukurlah

Dalam ketidak berdayaan tetap berharap akan sinar matahari yang  pasti terbit di ufuk timur.

Malam tidak akan selamanya kelam, saatnya bulan dan bintang akan bersinar kembali.

Kalau kau bertanya maka aku akan menjawab bahwa masih ada hari esok yang penuh kebahagiaan dan kedamaian.

Semua indah pada waktunya.

 

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

surat untuk Misye dan Sacio

Didepan teras ini kulambaikan tangan tanda selamat jalan dan saatnya kami  berpisah. Aku masih terpaku dan baru menyadari bahwa kini aku benar2 sendiri.

Semua yang aku sayangi satu persatu pergi, memang  tak ada yang abadi

Entah kapan lagi kalian akan kembali dan kita tidak mungkin bertemu lagi di depan teras itu . karena rumahnya  akan dijual.

Misye dan sacio kalian adalah bocah2 kecil yang manis pendiam dan tak nakal

Rumah ini akan menjadi kenangan karena kalian dibesarkan disini dan hari ini kalian pergi meninggalkannya bukan hanya rumah tempat kalian bermain tetapi kalian juga pergi meninggalkan bumi pertiwi merantau di negri orang mengikuti kedua orang tua kalian.

kalian berdua akan memijak kaki di negara orang dan  memulai kehidupan baru dengan semuanya yang baru.

Air mata ku tak henti2nya mengalir melepaskan kalian bocah2 kecil yang lucu dan baik hati seperti kedua orang tua kalian.

Hari semakin gelap pintu rumah telah tertutup namun diluar sana terdengar suara hujan rintik2 udara tarasa dingin sedingin dan sesepi hati ini.

Mempersembahkan doa sebagai tanda kasihku kiranya Tuhan menyertai melindungi memberkati kalian berdua untuk menuju masa depan yang damai dan bahagia.

Misye ingat mamiesanny selalu dalam kalung cat eye yang  kamu pakai.

Dalam kesendirian diusia yang senja, aku hanya dapat merajut jiwa melangkah perlahan menuju puncak kehidupan sampai ahkir.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Datang ke Pestamu ibu Sushana

 

 

Jabatan tanganmu ketika pertama kali kita berjumpa di ruangan hotel itu kurasakan genggaman yang penuh persahabatan. Pertemuan kita yang tidak pernah di rencanakan. senyummu yang tulus terpancar dari bibir dan matamu yang sipit hampir terkesan tetutup, memang garis2 ketuaan diraut wajahmu nampak jelas sesuai dengan usiamu  rambutmu telah memutih seluruhnya gigimu yang telah tanggal tak tersisa namun lengsung pipi mu masih terlihat yang menandakan betapa cantiknya ibu ketika engkau masih belia. Tutur katamu yang lembut  sopan sebagai wanita desa yang bersahaja dan tetap pegang teguh kepada adat istiadat leluhur jawa.

Aku datang  ke kotamu disalatiga untuk menghadiri perayaan Ulang Tahun mu yang ke 90, suatu usia yang luar biasa sebagai karunia dan anugra terbesar yang telah diberikan kepadamu dalam keadaan yang sehat dan  tiada kurang suatu apapun.

Malam itu engkau begitu anggun dengan berkebaya brokat unggu dan selendang yang senada, rambutmu yang telah memutih disanggul ukel konde.

Hiruk pikuk tamu berdatangan bagaikan menghadiri resepsi perkawinan megah

Handai tolan dari kota2 sekelilingi salatiga  datang untuk merayakan ulang tahunmu yang hampir 1 abad itu.

Suara alunan musik mengiringi langkahmu yang berjalan pelan dengan tubuhmu yang masih tegak maju kedapan podium untuk memberi kata sambutan.

Kata2 yang spontan tanpa teks begitu jelas dan lancar, membuat ku terpesono.

Mengawali acara ulang tahun mu, engkau memilih lagu kasih dari surga memenuhi tempat ini kasih dari Bapak surgawi………………………………….

Menunjukkan kepada kami semua bahwa betapa besar kasih Tuhan kepadamu

Dari nyanyian sampai renungan khotba dapat memcerminkan kehidupanmu sebagai anak Tuhan yang setia.

Dikaruniai umur panjang adalah suatu anugra yang tidak semua orang mendapatkannya. Semua orang boleh meminta tetapi Tuhan memberi kepada yang berkenan padaNya .

Diberkati orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan.

Bekal ini lah yang kubawa pulang ke kotaku sebagai berkah dari kehadiranku dalam acara ulang tahunmu yang ke 90 .

Aku mau belajar dari semua ini, semoga dalam menjalani hari2 hidupku yang semakin senja, aku akan menjadi lebih takut lebih setia kepada Tuhan dan kiranya  Tuhan dapat memakaiku sebagai saluran berkat .

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment