Pesta kawin yang gagal

Melangkah menuruni anak tangga ruang pertemuan
Lampu hiasan nan indah menerangi garis hiasan karpet merah
Terperanjat membaca papan pengumuman antara percaya dan tidak
jauh di relung hati menerka-nerka

Tawa riang para tamu memenuhi ruang
Tiada kesan tiada pesan prahara yang telah terjadi
jamuan makan yang mewah dengan dekorasi yang gemerlap
Menyambut para tamu menikmati hidangan beraneka rasa

Dibalik tirai disudut ruang duduk termenung seorang jejaka
matanya menerawang dalam lamunan sampai saatnya harus melangkah
menaiki pangung
Tiada tepukan tangan hanya semua mata terperanjat
Sepatah dua patah kata yang terbata-bata dalam kesedihan yang tak terlukis
Linangan air mata terurai tak tertahankan dalam pelukan sang ayah

Senyuman bangga sang ibu mengekspresikan kemenangan yang telah diraihnya
Karena disini ditempat ini dia telah membuktikan kepada khalayak
atas kemenangan  dalam pertarungan menggagalkan hajatan megah.

Panggung pelaminan telah runtuh ada sesuatu yang terharu, terikat dalam-dalam di lubuk hati sang jejaka¬† “ada seseorang
yang kurindu” duka perpisahan memenuhi rambatan lebat.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *