Malam Kelam

Hujan angin gempa bumi mengawali tahun anjing
alam begitu marah melihat tingkah manusia yang penuh dengan
keserakahan kebohongan ketamakan ketidakadilan.
Membuka tirai sutra putih memandang ke keheningan malam
dalam bayangan bulan yang menyapa penuh malu
Lamunan terawang keistana donggeng
siapa sangka siapa menduga ilalang liar tumbuh menutupi halaman,
kolam2 telah penuh lumut hijau.
sunyi sepi tiada penerangan istana telah kosong tak berpenghuni.
Tiada lagi terdengar alunan kecapi.
Dalam penantian yang tak berujung membuat jiwa terombang ambing
bagaikan perahu yang melintasi gelombang samudera raya.
kemanakah kaki ini harus melangkah, depan mata terlihat begitu dalamnya
jurang.
Lamunan istana donggeng terhentak berhenti oleh gemuruhnya halilintar
bagaikan kembang api yang turun dari surga.
Pedih perih dimalam yang mencengkam, hati ber-debar2 menunggu hari esok yang penuh misterius, masih ada kah matahari terbit diufuk timur, masih terdengar kah suara burung berkicau.
malam ini sungguh kelam.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *