Nyepi Jiwa

Hari ini ku kosongkan raga dalam diam

Menyiapkan jiwa untuk mencari makna jati diri

Keheningan dan sunyi yang menyatu dalam sanumbari

Melepaskan semua gemuruh dalam dada

Dengan kerendahan hati melepaskan amarah

Membuang segala prasangka buruk

Didalam kesunyian dan  lubuk hati yang terdalam

Ku jumpai arti jati diri ku sendiri

Hening yang bermakna untuk menyapa bathin

Berjalan menyusuri lorong jiwa yang sudah lama tak bersapa

Dalam Sunyi dan diam suara bathin terdengar jelas

Maafkan dan lepaskan semua dan semua

Diluar sana ku pandang langit gelap

Bintang pun tak bercahaya

Namun jiwa ini terasa begitu damai

Memancarkan Cahaya yang terang

Dalam keheningan  sunyi sepi

Damai itu datang dan tak akan pergi

Sebelum aku berhenti

Posted in Uncategorized | Leave a comment

“Di usia yang baru”

Hari ini

Jantung dalam dada masih berdenyut

Tanda kehidupan masih ada dan tetap berjalan

Dalam tumpukan kenangan hidup yang berpelangi

Hari ini usia baru  anugrah besar dari Sang bapak

Hari kemarin sudah berlalu

Menunggu hari esok, yang masih misterius

Sebagai rahasia Illahi yang penuh teka teki

Napas kehidupan yang terus berjalan

Bersama angin yang bertiup Bersama Sungai yang mengalir

Tawa riang susah sedih hati terluka

Mengoreskan warna warni dalam kanfas kehidupan

Aku tidak meniup lilin ulang tahun

Biarlah ia tetap menyala

Biarlah ia tetap bersinar untuk menerangi sekeliling

Walau hanya sekejap

Usia bertambah

Lilin masih menyala dan tunggu perlahan akan mencair

Hingga saatnya padam

Posted in Uncategorized | Comments Off on “Di usia yang baru”

Ketika Alam murkah

Hutan tidak lagi berwarna hijau

Tiada lagi penghalang sinar matahari dikala panas terik

Karena pohon2 telah tumbang bukan karena usia

Tetapi karena gergaji dan alat2 berat dari manusia tamak

Tiada yang terbendung Ketika hujan marah

Sungai sang sahabat pun meluap dengan penuh duka

Mambawa keping2 kayu menghantam daratan sana sini

Tak sadar masih salahkan alam dan takdir

Bumi tempat berpijak mulai bergetar

Memuntahkan larva panas dan semburan api menyala nyala.

Awan gelap menutupi bumi dalam kepedihannya

Meratapi keserahkahan manusia

Alam murka hanya ingin sampaikan pesan

Aku sakit dan terluka,  wahai manusia

Masih mau kah engkau hidup damai berdampingan dengan ku

Jangan biarkan aku merah lagi , segeralah bertobat!!!!!!!!

Posted in Uncategorized | Comments Off on Ketika Alam murkah

“semua Sudah Terjadi”

Mengarungi samudera luas nan buas

Goresan luka yang kubawa sepanjang jalan tak sembuh jua

Bahasa penyesalan tak pernah hilang dalam hari lepas hari

Aku belajar berdamai dengan alam sekitar

Mencari sisa2 embun pagi untuk bersapa

Namun semuanya diam semuanya membisu

Mungkin semesta telah bosen mendengar rintihan  doa ku

Aku telah  gagal dalam  mendayung sampan

Tiada waktu tiada kesempatan untuk menepi

Karena waktu terus berlalu dan kesempatan merupakan ruang kosong

Penyesalan datang Ketika hasil perbuatan berbuah buruk

Kini dalam diam dada terasa sangat hampa

Aku Lelah aku pasrah pada waktu untuk menunggu Cahaya datang mengobati luka

Posted in Uncategorized | Comments Off on “semua Sudah Terjadi”

Puisi Akhir Tahun – 2025

Di ahkir penghujung kalender

Dikala jam dinding berdetak pada saat2 ahkir

Aku masih saja duduk sendiri di kadera yang sama

Menanti detik2 ahkir tahun ini akan berlalu

Beribu Langkah  kini hanya meninggalkan jejak

Yang tak dapat terhitung jumlahnya

Duka dan tawa yang menghiasi lembaran2 kalender

Asap dupa yang membawa doa melalang buana

Menyusuri relung dada yang terdalam

Tahun yang penuh cerita

Membawa banyak kenangan dalam kehidupan

sebagai bagian dari perjalanan,

dipenghujung malam ini

kita menutup buku perjalanan panjang

biarlah tahun ini pergi dalam kedukaan yang mendalam

berharap besok matahari akan menyambut kita

dalam gemerlapan sinarnya yang baru

untuk mengawali halaman buku kehidupan yang masih kosong

Posted in Uncategorized | Comments Off on Puisi Akhir Tahun – 2025

hidup yang merana

Luka itu terasa tanpa terlihat

Mengerogoti jantung menusuk sukma

Datang dari rasa dan asah yang tak tertahan

dari kasih yang tak pernah sampai

Luka yang penuh darah dan nanah

Meneteskan air mata dalam doa  pengaduan

Kepada bulan kepada Bintang di malam kelam

saat jiwa sudah terasa rapuh tak berdaya

perjalanan Panjang dalam genggam kepedihan

tak kuasa menahan beban yang begitu berat

jatuh tersungkur  menahan sakit dan derita

kadang kuat untuk berdiri dan berjalan terus

luka ini masih saja menusuk jantung hati

namun melahirkan kesabaran sebagai obat

untuk penyembuhan batin yang rapuh

agar menang dalam kesakitan dengan  ihklas memaafkan

Posted in Uncategorized | Comments Off on hidup yang merana

ultah perkawinan semu

Datang ke ulang tahun perkawinan

Banyak tamu undangan memadati ruangan

 seperti layak sebuah pesta besar

pengantin yang telah sepuh duduk berjauhan

masing masing diam memandang tamu yang hadir

sambil berjabatan tangan

tiada senyum, wajah kaku

sesekali keduanya saling berpandangan

namun tiada sepatah kata pun yang terucap

banyak hal hal dulu telah mereka lalui

bersapa memanggil nama satu dengan yang lain tak berani

mungkin karena sudah hilang rasa dalam sanumbari

hati mereka mungkin sudah lama pergi kearah yang berbeda

namun tetap bertahan duduk di meja yang sama

demi mempertahankan harga diri anak cucu

Posted in Uncategorized | Comments Off on ultah perkawinan semu

Luka bathin

Goresan luka dalam jiwa membuat bathin meradang

luka ini tidak  terlihat namun terasa

jiwa mencari tempat bernaung untuk melepaskan

duri duri tajam yang menempel dalam hati

rasa sakit menyadarkan untuk belajar ihklas

menerima teguran Tuhan yang berbisik lembut

dalam sepi Ia menyapa untuk merendahkan diri

apa yang di cari semua ada lah Kesiasian

maka luka itu di biarkan mengganga

membuka  jalan agar  Cahaya sinar Illahi dapat menembus

mengobati  luka jiwa yang retak

dengan Cahaya Nya yang abadi

Posted in Uncategorized | Comments Off on Luka bathin

karma

Di alam cakrawala yang penuh romantika

Setiap Jejak Langkah meninggal kan tanda

Kau menabur angin kau pun menuai badai

sebab bumi menyimpan semua catatan

Angin boleh bertiup tanpak jejak

Membawa alunan nada yang pernah kau kirim

Saatnya tiba datang membawa rasa

membalas semua goresan, tanpak dendam , hanya keadilan.

Karma datang atas perintah alam bukan dendam

Karena ia tahu saat yang tepat untuk kembali

Sebagai bayangan diri sepanjang perjalanan

Agar dapat kau dengar dan kau rasakan

Posted in Uncategorized | Comments Off on karma

Gunawan , 26 oktober 2025:

Tidak harus  selalu menghitung waktu

Kehidupan tetap berjalan seiring berputarnya bumi

Walau pun engkau kini telah menjadi seorang ayah

Tetapi engkau tetap seorang anak bagi ku

Waktu berlalu, anakku,

namun kasih sayang ibu mu tak kan pudar.

Selamat ulang tahun, anakku tersayang.

Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu.

Semoga jalanmu diliputi cahaya,

Yang menerangi  setiap langkah kehidupan mu

ingatlah selalu, ibu ada untukmu.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Gunawan , 26 oktober 2025: