Hanya sekejap

Kita tidak pernah bermimpi untuk bertemu

Sadar bahwa di dunia ini tak ada yang kebetulan
kita pernah berjalan seiring dalam berbagi cerita
tertawa bersama, menangis bersama dalam setiap kisah
sejak awal telah disadari kita berdua datang dalam  perbedaan

Berharap bahwa perbedaan itu indah
dengan segala Upaya untuk mau mengerti dan menerima
namun alam semesta tidak dapat dibuat bersahabat
kita harus berpisah dipersimpangan jalan ini

Tanpak rasa benci penyesalan ataupun dendam

Tiada sahabat yang setia, tiada teman yang abadi

Karena semua yang ada hanyalah sesaat

Terima kasih walau  hanya singgah sekejap


Posted in Uncategorized | Leave a comment

Damai Bersama semesta

Sunyi hening rimba raya didalam malam gulita

Suara jangkrik bersahutan bagaikan symphoni indah

Cahaya bulan jatuh diatas telaga  sunyi nan tenang

Menyatukan  raga  bersama tiupan angin

Tubuh dan jiwa terbuai dalam dekapan semesta

Membawa ketenangan jiwa dan membuang sepi

Damai yang mengalir dalam sanumbari

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Permata palsu

Tubuhmu kau balut dengan kain sutra putih

Berjalan dengan membusungkan dada

Dileher mu berkalung permata  nan berkilau

Berkunjung ke panti asuhan menyebar  sedekah

Berharap  supaya mendapat imbalan di surga

Engkau haus  akan sanjungan dan pujian

Sampai lupa permatamu tak sanggup menyuap sepi

Ketika saatnya kau masuk kedalam pelukan bumi

Didalam Lorong sempit dan berselimut kegelapan

Emas permatamu tak mampu memberi setitik Cahaya pun

Disana yang tersisa hanyalah air mata tanpak harapan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tabur Tuai

Kau bagaikan hulu yang membawa mata air jernih

Mengalirkan beningnya air membasahi batu dan tebing

Menghidupkan semua tanaman yang kering tertimpa matahari

Engkau bagaikan Sungai kebaikan yang tak pernah surut

Mengalir dan membasahi tanah dalam diam dan senyap

Dari hulu  ke hilir dan berahkir disamudra luas

Kini engkau pulang membawa kebahagiaan bagai hujan yang deras


Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sadar diri

Ditenggah hamparan permadani rumput hijau nan  luas

Aku hanya  lah debu yang dapat terbawa angin kemana saja

Menari kesana kemari  mengikuti irama nya

Menerima semua sebagai takdir yang tak terelakan

Gunung menjulang  tinggi Bagaikan  sekat pemisah

Tak kuasa aku menahannya karena aku hanya lah debu

Datang dan pergi sudah diatur oleh sang Maha Agung

Dan akan menghilang  nanti  Ketika saatnya tiba

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dingin menusuk jiwa

Dari atas bebukitan gunung Dieng

Bau sengat aroma belerang ditanah basah

Salju turun menutupi seantero pepohonan

Membawa ingatan dalam kenangan

Tentang puing yang runtuh

Tentang tubuh yang kini rentan

Tetesan hujan yang menguyur menghapus jejak

Mengharap dapat pergi Bersama aliran air

Dalam pelukan sedih Bersama semesta

Menyadari raga yang  kini terbuang dalam kesunyian

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kenangan  yang Tersisa

Diatas puncak vila yang dingin nun jauh disana

Aroma wanginya hidangan ahkir tahun berupa sup labu

Sebagai hidangan terahkir di penghujung tahun

Kegembiraan tawa riang dalam kebersamaan

Kini telah berubah dalam senyap nan sepi

Sup labu yang dahulu kita bagi bersama

Kini telah menjelma menjadi rindu yang mendekap

Takdir telah memanggil mu pulang ke peristirahatan

Tidak ada lagi duduk bersama dalam satu meja

Hidangan terahkir pergantian tahun tinggal kenangan

Tiada lagi canda soal rasa dan banyak cerita

Engkau sekarang telah hilang dari pandangan mata

Namun engkau sosok saudaraku yang amat berharga

Doa yang tulus mengiringi kepergian mu dialam yang baru

Biarlah kenangan sup labu bersama mu mengalir abadi

Semoga engkau telah Bahagia di sisiNya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahagia Sejenak

Berpacu melawan waktu,mengejar bising di waktu muda

Kini kita hanya butuh ketenangan dan kedamaian

Melihat cucu bertumbuh dewasa mengejar impian

Tabur benih sesuai dengan apa yang akan di tuai nanti

Rambut yang kini memutih dan kerutan di wajah

Membawa banyak cerita dan kenangan

Tentang kesabaran, kasih dan air mata

Menempuh hidup sampai ke masa tua adalah anugrah

Disaat itu lah kebahagian terasa begitu damai

Sambil menunggu senja yang akan segera berlalu

Membawa semua kenangan untuk dibungkus  sang malam

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menyatu dalam satu atap

Aku datang sebagai penghuni baru untuk mendiami satu atap

Dari dua latar belakang dan dua generasi yang berbeda

Masing2 kita membawa kebiasaan dan cerita yang berbeda

Alur pemikiran dan alur Bahasa tubuh pun kita tak sejalan

Sadar karena mempersatukan dua pemikiran tidak lah mudah

Kadang dalam senyap tiada satu kata pun yang dapat terucapkan

Karena kita masih sepenuhnya belum searah

Cintaku dan cintamu pada orang yang sama telah menyatukan kita

Cintamu adalah cinta ibu kepada putranya sebagai cinta sejati

Cintaku adalah cinta sepasang insani yang berjalan seiring menuju hari tua

Dapat kah kita belajar membuang segala ego dan prasangka

Demi merajut pengertian?

Ibu kuharap engkau dapat membimbingku dengan sabar dan bijaksana

Aku sebagai anak baru yang datang ke rumah ini mau mendengar dengan sopan dan hormat

Berharap rumah ini akan tumbuh subur dalam cinta sampai ke sudut2 tanpa sekat

Karena ada kasih sayang dan damai Sejahtera yang mengalir.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Menyatu dalam satu atap

“pernah bersama”

Rumah yang pernah ramai  penuh penghuni

menghiasa setiap Langkah dan tarikan napas

di tawa dan sedih yang silih berganti

dan dalam pelukan yang erat  hangat

mereka yang datang bukan kebetulan

membuat banyak cerita dalam Sejarah kehidupan

anak-anak yang kini telah  jauh disana

cucu yang telah  hadir siap membawa harapan masa depan

Saudara…yang pernah jalan seiring

Dalam Langkah yang sama, kini tiada lagi

Namun semua  kenangan itu tak akan dapat terhapuskan

Waktu terus berjalan Langkah pun semakin jauh

Suara gema kini terasa begitu pelan

Semua yang pergi  tetapi tidak benar2 pergi

Karena semuanya masih tetap dalam ingatan

Dalam cerita yang  dijaga dan kasih yang tak berkesudahan

Hanya Doa yang di kirim diam2 dari lubuk hati yang terdalam

Posted in Uncategorized | Comments Off on “pernah bersama”