Dalam genggaman tangan yang kaku dan senyuman yang palsu
Ada sebuah topeng kepalsuan yang dipertontonkan
Krikil tajam yang melukai jiwa sanumbari
Membuat jantung berteteskan darah
Goresan luka dan penghianatan masih tetap tersimpan
Bagaikan sekumpulan bara api dalam sekam
Tak mengenal waktu dan musim
Akal sehat telah pupus oleh ego karena dendam
Terlarut dan tenggelam dalam masa lalu yang kelam
Karena Jiwa yang terkunci dan mata yang tidak lagi melihat ke depan
Lupa bahwa dia mengusir kebahagiannya sendiri
Sehingga tidak ada lagi damai yang tersisa
Dan dia tersesat dalam lingkaran amarah yang tiada bertepi