sudah saatnya

sungai aare yang biru bening dan mempesona
angin sepoi sepoi bertiup dari selatan
sampan di tepian sungai terombang ambing oleh arus air
lambaian tangan mu terlihat jauh disana di dalam derasnya arus
bagaikan setangkai kayu kering yang terhanyut mengikuti aliran air
engkau pergi bersama birunya air sungai yang mengalir terus dan tak pernah balik
cerita duka telah engkau patri diatas bebatuan
sungai aare telah menelan mu masuk ke dalam perut nya yang terdalam
bersama angin bersama daun bersama batu kini engkau telah menyatu
tangisan pilu ayah bunda merana bersedih namun tak berdaya
alam telah mengatur pesta perpisahan nan indah
karena telah tiba saat nya
dalam kegaluhan hati tak terperi, hanya lagu seruling bambu pelipur lara

Posted in Uncategorized | Leave a comment

fantasi

melangkah dan terus melangkah mengikuti ayunan kaki
mengharapkan jalan yang datar
bila hari telah gelap memandang langit yang bertaburan bintang
menghibur hati yang penuh luka
mata memandang jauh menembus bayangan malam
tubuh masih berdiri berpijak di atas bumi
tak menghiraukan tulang tulang yang telah rapuh
bernyanyi bersenandung dalam kepiluan
bersenda gurau dalam keresahan bathin
ingin berlari dari kehidupan yang penuh fantasi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HBD Indah

angin pagi berhembus sepoi sepoi diawal bulan mei
matahari masih tersembunyi malu malu di ufuk timur sana
angin datang menyampaikan salam dalam alunan irama yang merdu
mata memandang ke lapang rumput yang terbentang luas
engkau telah datang dan hadir dalam balutan warna hijau mempesona
seorang bidadari yang diutus turun dari khayangan
untuk memulai kehidupan dalam alam cakrawala , mengarungi bimasakti
waktu telah membawamu menuju seribu purnama
menempuh perjalanan panjang yang telah dilalui sampai di hari ini
takdir merubah semua, kini engkau tidak sendiri
sang hyang ilahi telah memberimu seorang arjuna perkasa , dan dua putri nan jelita
hari ini engkau akan membuka kembali cerita kehidupan baru diusia baru
menjelang hari esok yang tiada menentu
apa yang akan terjadi nanti tak tertebak
suka duka akan datang silih berganti bagaikan pasang surutnya air laut
jadilah seperti angin yang datang dan pergi tanpa penyesalan
untuk dapat menebarkan wewangian cinta kasih
dan hanya kepada Gusti Allah , engkau bersujud dan berserah

Posted in Uncategorized | Leave a comment

lanhiong

Harum semerbak mewangi sekuntum anggrek bulan

Indah dan mempesona dalam rangkaian bakul alam

Oh….. betapa besarnya anugrah dan karunia dari ciptaanMu illahi

Nikmat dan bahagia yang telah Engkau berikan sebagai

Gambaran hidup untuk di kenang sepanjang masa

note
lan=anggrek
hiong=harum semerbak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

pawang hujan

langit siang berwarna hitam berkumpul nya awan gelap
hujan deras disertai bunyi petir yang menggeleggar
ditenggah stadion mandalika badan mu telah basah kuyup bermandikan air hujan
engkau berlari dalam derasnya hujan petir sambil bernyanyi lagu misteri
tiada seorang pun yang mengerti lagu yang engkau nyanyi kan
berlari dan terus berlari sampai ke penghujung jalan terahkir
disitu terlihat langit telah berubah cerah hujan sudah berhenti
semua mata tertuju kepada mu sambil bertepuk tangan bergembira karena balapan motor bisa dimulai
aku tercenggang antara percaya dan tidak melihat apa yang terjadi
engkau bisa mengendalikan angkasa , bukankah engkau juga manusia seperti kami ?
kini aku sadari bahwa Tuhan telah memberimu hak istimewa yang tidak semua orang
peroleh
Tuhan telah memilih mu diantara beribu ribu manusia di dunia ini
untuk membantu mengatur alam ciptaan Nya
sungguh anugra dan karunia yang tidak ternilai telah engkau peroleh
kiranya alam semesta tetap mau bersahabat dengan kita

Posted in Uncategorized | Leave a comment

hanya insan biasa

ku tunggu waktu mekar mu setiap malam
ku ingin memandang keindahan warna mu yang putih bersih
ku ingin mencium aroma wangi mu yang harum
walaupun engkau hanya mekar sesaat dan setelah itu layu
namun aku merasa puas merasa bahagia dapat menikmati mu
karena aku menyadari bahwa kenikmatan itu tak akan abadi
waktu begitu cepat berlalu ,lama sudah aku menunggu
kembang mu tidak pernah mekar lagi
duduk seorang diri memandang sekeliling sunyi sepi
langit gelap tidak ada cahaya, bulan dan bintang bersembunyi
seakan membiarkan aku terlarut dalam kesedihan
angin dingin dan suara ayam jantan berkokok menggagetkan ku
tanda hari hampir pagi.
aku kecewa aku sedih aku marah namun apa daya
karena aku hanya insan biasa

Posted in Uncategorized | Leave a comment

menuju dusun kecil

ku lalui lembah penuh semak belukar ilalang dan pinus yang tumbuh di kanan kiri
jalan setapak yang licin dan terjal membuat langkah penuh ber hati2
sungai dengan aliran air yang bening melewati batu2an besar membuat suara gemercik nan indah
bau aroma pinus menambah heningnya perjalanan ini
hujan belum juga meredah, namun kaki masih terus melangkah tidak menghiraukan
basahnya tubuh yang telah terbaur oleh air mata dan air hujan
menunggu matahari bersinar saat seperti ini ada lah ke sia2an
hati bersedih dan gelisah, pikiran melayang layang, jiwa merana
hampa seorang diri mengarungi samudra kehidupan yang kian tak menentu
dusun yang di tuju masih jauh dibalik bukit
tiada pilihan selain harus berjalan dan terus berjalan
sebelum hari menuju senja dan bayang bayang gelap menutupi pandangan
berharap masih ada yang menunggu di dusun kecil itu

Posted in Uncategorized | Leave a comment

berserah

kabut gelap masih saja menutupi bumi
tidak terasa matahari telah tenggelam
ku pandang ke langit semuanya begitu gelap
tiada bulan, tiada bintang ,di dalam bilik ku hanya ada cahaya
lilin yang masih terus menyala dan kini pelan pelan mulai mencair
kecemasan dan kegelisahan datang di saat tak berdaya
dalam keheningan aku hanya bisa berdoa berharap kabut hitam cepat berlalu
agar bulan bintang dapat bercahaya kembali untuk menerangi bumi
sebelum lilin ku mencair dan padam

Posted in Uncategorized | Leave a comment

kenangan bersama bara arang

Tungku kuno terbuat dari susunan batu bata
tempat berubah nya arang yang semula hitam menjadi merah
disana tempat pembakaran biji biji kopi menjadi minuman
hawa panas membuat keringat bercucuran
entah bau harum kopi atau bau keringat telah terpadu menjadi satu
tungku kuno dengan perapian yang membara telah mengkobarkan
semangat jiwa raga untuk pergi merantau
tungku kuno yang penuh tumpukan bara arang saatnya akan menjadi debu
kini telah menyatu dengan jiwa sanumbari dan meninggalkan kenangan
yang terpatri dalam tubuh jasmani sebagai simbol abadi
dan tak akan pernah hilang dalam kehidupan sepanjang masa

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Masih berharap

kusapah engkau setiap pagi dalam cerahnya sinar surya
masih terlihat sisa sisa embun pada daun mu yang hijau bermekaran
telah berapa lama aku menunggu kuncup bunga mu wahai kemuning
bilakah kau akan mekar seperti semula
hari ini entah sudah berapa musim berlalu, semuanya masih kosong
aku mengharapkan bunga bunga mu yang indah dan harumnya yang semerbak
harus berapa lama lagi menunggu dalam penantian
akan kah masih ada waktu untuk aku dapat menikmatinya?

Posted in Uncategorized | Leave a comment