Indah pada waktunya

Angin laut bertiup sepoi2, nyiur melambai lambai

ombak menderu dan memecahkan buih di tepian pantai

Senja itu terlihat pelangi nan indah bagaikan goresan pena warna warni diangkasa biru.

Kenikmatan sesaat sebelum bumi ditelan malam nan gelap

kabut hitam menutupi langit, tiada bulan tiada bintang.

Duduk termenung seorang diri meratapi nasib.

mengenang masa muda, setiap langkah meninggalkan jejak, namun akan hilang terhapus air dan debu.

Hari2 penuh ceria kini telah sunyi sepi tiada lagi tawa dan canda

satu persatu pergi dan hilang tak berkesan. yang tinggal hanyalah kesedihan.

Perpisahan harus terjadi disetiap kehidupan.

Buat apa bermuram durja, bukankah hidup ini lebih indah dari bunga bakung.

Setiap tarikan napas adalah anugrah, olehnya itu bersyukurlah

Dalam ketidak berdayaan tetap berharap akan sinar matahari yang  pasti terbit di ufuk timur.

Malam tidak akan selamanya kelam, saatnya bulan dan bintang akan bersinar kembali.

Kalau kau bertanya maka aku akan menjawab bahwa masih ada hari esok yang penuh kebahagiaan dan kedamaian.

Semua indah pada waktunya.

 

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *