Hutan tidak lagi berwarna hijau
Tiada lagi penghalang sinar matahari dikala panas terik
Karena pohon2 telah tumbang bukan karena usia
Tetapi karena gergaji dan alat2 berat dari manusia tamak
Tiada yang terbendung Ketika hujan marah
Sungai sang sahabat pun meluap dengan penuh duka
Mambawa keping2 kayu menghantam daratan sana sini
Tak sadar masih salahkan alam dan takdir
Bumi tempat berpijak mulai bergetar
Memuntahkan larva panas dan semburan api menyala nyala.
Awan gelap menutupi bumi dalam kepedihannya
Meratapi keserahkahan manusia
Alam murka hanya ingin sampaikan pesan
Aku sakit dan terluka, wahai manusia
Masih mau kah engkau hidup damai berdampingan dengan ku
Jangan biarkan aku merah lagi , segeralah bertobat!!!!!!!!