Permata palsu

Tubuhmu kau balut dengan kain sutra putih

Berjalan dengan membusungkan dada

Dileher mu berkalung permata  nan berkilau

Berkunjung ke panti asuhan menyebar  sedekah

Berharap  supaya mendapat imbalan di surga

Engkau haus  akan sanjungan dan pujian

Sampai lupa permatamu tak sanggup menyuap sepi

Ketika saatnya kau masuk kedalam pelukan bumi

Didalam Lorong sempit dan berselimut kegelapan

Emas permatamu tak mampu memberi setitik Cahaya pun

Disana yang tersisa hanyalah air mata tanpak harapan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.