Tubuhmu kau balut dengan kain sutra putih
Berjalan dengan membusungkan dada
Dileher mu berkalung permata nan berkilau
Berkunjung ke panti asuhan menyebar sedekah
Berharap supaya mendapat imbalan di surga
Engkau haus akan sanjungan dan pujian
Sampai lupa permatamu tak sanggup menyuap sepi
Ketika saatnya kau masuk kedalam pelukan bumi
Didalam Lorong sempit dan berselimut kegelapan
Emas permatamu tak mampu memberi setitik Cahaya pun
Disana yang tersisa hanyalah air mata tanpak harapan