menggapai angin

perahu karamMenyusuri indahnya telaga nirwana dalam cerahnya sinar mentari.

Air yang tenang dan bening membuat jiwa terhanyut dalam kedamaian.
Bersama hembusan angin, sampan melaju dalam desiran air telaga.

Alam yang indah selalu menyimpan rahasia, suasana tenang dapat berubah dalam sekejap.

Badai datang tiba-tiba tanpa diundang dan sampan mulai teroleng.
Suasana hati yang gembira berubah menjadi gundah gulana, dan detak jantung yang begitu cepat membuat jiwa seakan melayang.

Angin masih tetap berhembus, namun belum membuat badai itu berlalu.
Dalam ketidak pastian jiwa yang tidak mengerti akan rahasia alam.

Mengambil keputusan untuk putar haluan atau melanjutkan pelayaran.
Ketika lamunan dan khayalan masih diawang-awang, tak disadari
sampan telah terkaram ditelaga nirwana.

Terhapuslah sudah semua impian menggapai angin yang pergi dan tak akan pernah kembali.

Posted in Uncategorized | Comments Off on menggapai angin

Melangkah bersama di tahun baru

images kupu2Mengakhiri hari ke 365 hujan lebat turun membasahi pekarangan rumah
detik-detik waktu kan berlalu.

Dalam penantian diakhir malam itu, langit begitu gelap dan menurunkan hujan yang sangat lebat.

Air hujan yang deras telah membersihkan semua kotoran-kotoran seakan ikut mengguyur seluruh tubuh dari kotoran dosa pikiran , penyakit, atau apapun yang kotor, kesombongan, keangkuhan, kedengkian, ketamakan semuanya akan dibawa bersama derasnya aliran air menuju selokan dan pergi jauh.

Banyak kejadian dalam kehidupan yang telah kita lewati, kegembiraan dan kesedihan datang silih berganti.

Warna-warna kehidupan yang telah nyata dalam memberi kejelasan akan kebaikan dan keburukan. Kini semuanya akan berlalu …..yang indah dikenangkan yang sedih dilupakan.

Dalam hitungan detik kemudian yang terlihat di depan adalah sinar terang matahari
mengawali hari-hari yang akan kita lalui.

Melangkah pasti dalam kehidupan yang baru, menata masa depan yang lebih baik
dalam usaha pekerjaan, keluarga, kehidupan sosial, dan hubungan dengan siapapun.

Alam memang telah mempersatukan kita, untuk bersama-sama melangkah dalam mewujudkan cita-cita.

Marilah kita bergandeng tangan erat pegang tangan Tuhan jangan ada yang terlepas supaya kita kuat, kita dapat bersama menghadapi badai kehidupan agar kita tidak hancur dan binasa.

Hari esok tak ada yang tahu apa yang akan terjadi, namun pengharapan selalu ada dalam doa dan penyerahan diri.

Selamat memasuki hidup baru di tahun baru GBU all….

Posted in Uncategorized | Comments Off on Melangkah bersama di tahun baru

Selamat jalan Kucilku

Miley the Schnauzer
Malam ini baru kusadari engkau telah pergi
Hati menangis meratapimu kembali
tiada bulan tiada bintang, air mata mengalir bagai derasnya hujan
Gelap malam ini, tak segelapmu disana

 

Kini baru kusadari setelah 15 tahun bersama,
dan kini engkau tak kan pernah kembali
tiada kata terucap, tiada lagi sinar mata terpancar
Tubuhmu telah terbujur kaku diatas meja bundar
Tiada ibu tiada bapak, tiada sanak, tiada saudara

Yang masih tersimpan hanyalah secuil kasih sayang
Tiada lagi kata yang terucap, selain rasa yang mendalam
Awan gelap telah menutupi langit di senja nan kelabu
dibawah pohon sirsak engkau di baringkan untuk selamanya

Dan kini tumpukan tanah merah telah menyatu dengan jasadmu
Engkau telah terbang jauh, tak kan tergapai
Kini sisa kenangan, sakura merah yang kutaburkan pelan-pelan
akan layu bersama kesedihan 15 november 2014.

Posted in Uncategorized | 4 Comments

Kue Bulan

MIDEST ISRAEL MOON

Bulan baru bulan september, bulan penuh, bulan purnama
Tiada bintang selain bulan, sinarnya bercahaya terang
Gemerlap cahayanya menembus kisi-kisi bilik bambu
Diatas meja bulat bertaplak sutra putih teronggok kue bulan
Manis, legit,beraroma teratai, terdapat bulan didalam kue
Makan bulan, makan kue bulan.
Menikmati bulan penuh, bulan purnama, alangkah nikmatnya
Lenyap seketika keluh, lenyap seketika penat, tiada sepi,
tiada duka.
Alam telah memberi fenomena indah untuk dinikmati, namun sayang
kenikmatan hanya sekejap.
Bulan penuh, bulan purnama akan berlalu perlahan seiring berputarnya bumi.
Dalam doa penuh syukur dapat menikmati kue bulan di bulan penuh.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Kue Bulan

Mendambakan Perubahan

harapan

 

 

Jam waktu terus berputar mengelilingi napas kehidupan
Detik detik penentuan dalam mendambakan sesuatu yang baru
Keburukan dan kebaikan yang telah dirasakan membawa kenangan
Kerinduan telah tertanam untuk suatu kebaikan besar
Keburukan  hanyalah kepedihan dalam ingatan

Besok hari jika pajar mulai merekah diufuk sana
Pandanglah burung-burung yang beterbangan di angkasa biru
menyambut datangnya sang perubahan bagi bumi Nusantara
Angin akan bertiup sepoi sepoi membuat sejuknya bilik-bilik suara
Sambil menunggu sesuatu perubahan yang akan membawa kejutan

Hanya doa dan harapan dalam penantian menuju Indonesia baru
Di pesta demokrasi lima tahun sekali

Posted in Uncategorized | Comments Off on Mendambakan Perubahan

” AKU “

dragon imageAku adalah Aku
Aku bukan kamu
Aku tertawa
Aku menagis

Aku adalah Aku
Aku bukan kamu
Aku pemarah
Aku pengasih

Aku adalah Aku
Aku bukan kamu
Aku pemfitnah
Aku pendamai

Aku adalah Aku
Aku bukan kamu
Aku berjanji
Aku mengingkari

Aku adalah Aku
Aku bukan kamu
Aku pendusta
Aku jujur

Aku adalah Aku
Aku bukan kamu
Aku serakah dan tamak
Aku beramal

Aku adalah Aku, sumber dari segala malapetaka
Oh Gusti ampunilah “Aku”.

Posted in Uncategorized | Comments Off on ” AKU “

Doa dan pengharapan

prayIbuku pertiwi sedang bersusah hati
Siang malam merenung melihat pertikaian anak-anaknya yang berambisi untuk memperebutkan kekuasaan.
Disana sini terlontar kata-kata ejekan, hinaan, sindiran yang sangat menyakitkan.
Tebaran pesona dan janji-janji mewarnai orasi untuk mencari simpatik.
Siapa yang beramanat, siapa yang berhianat lalu siapa yang berdaulat.
Teriakan koruptor untuk dikuburkan hanyalah retorika.
Katanya semua atas nama rakyat, dan entah rakyat yang mana.

Ibuku pertiwi sedang bersusah hati
Dalam penantian dan pengharapan bila saatnya nanti
Bumi tempat Ia berpijak akan melahirkan seorang anak bangsa
yang akan membawa perubahan besar bagi bangsa ini.
Seorang pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri serta golongannya, namun Pemimpin yang mencintai rakyat dan yang dicintainya.

Ibuku pertiwi janganlah bersusah hati, aku ingin melihatmu tersenyum nanti.
Karena doamu, perubahan besar akan terjadi dinegeri ini dan semuanya akan makmur damai dan sentosa.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Doa dan pengharapan

Keluhan seekor Pecuk

Ketika hari mulai temaram, teman2ku pulang ke sarangnya masing2
mereka sepanjang hari bergembira bersama mencari ikan di danau bebas terbang kesana kemari.  aku… sepanjang hari sendirian bertengger di sebatang pipa besi kakiku diikat, aku tidak bisa terbang aku hanya duduk, berdiri dan menunggu.

Sinar bulan tidak terlihat disungai Tao Hua yang keruh, namun
setiap hari apabila musim semi tiba aku selalu bersama tuanku bersampan disepanjang sungai itu,  sungai yang malam hari selalu ramai dikunjungi pelancong.

Aku sudah berada dalam perangkap tuanku cukup lama,  rasanya tersiksa sekali.
Leherku diikat pakai cincin besi,  kakiku diikat pakai tali,  aku disuruh nyemplung kedalam sungai untuk menangkap ikan yang bergerombol disekitar sampan.  Kadang kala perutku lapar ingin rasanya menelan ikan2 itu tapi apa daya leherku telah di pasang cincin,  aku tak bisa menelan hanya kusimpan dimulutku,  namun tuanku segera mengambilnya. Aku ingin lari namun kakiku juga telah diikat sehingga aku tidak bisa jauh dari sampan.

Pekerjaan ini kulakukan tiada henti2nya salama pelancong masih berhenti dan mematikan motor kapal botnya dekat sampan,  mereka  melihat aku membawa ikan berkali-kali dalam mulutku dan diambil oleh tuanku.  Mereka begitu kagum katanya sebagian juga mengatakan bahwa cara tuanku mendapatkan ikan sangatlah  unik dan mempesona.

Aku tidak menghiraukan mereka,  kerjaku menyelam , menangkap ikan , simpan dimulut , terbang ke sampan dan diambil tuanku . Aku lelah tapi tuanku tidak menghiraukan, sebelum keranjang rotannya  penuh aku tidak boleh berhenti bekerja.
Aku mendengar mereka mengatakan bahwa ini adalah kerja sama yang baik dan menguntungkan antara dua makluk yang berbeda yaitu manusia dan hewan.

Aku bertanya, apa keuntunganku ? kalau tuanku jelas bisa memperoleh uang dari menjual ikan dan bisa bebas membeli apapun yang dia mau,  sedangkan aku mendapat keuntungan apa?  aku diperlakukan tidak adil !!!sungguh tidak adil.

Aku berpikir manusia telah ditakdirkan sebagai makhluk Tuhan yang sangat sempurna memiliki kepandaian yang luar biasa.  Namun kadangkala mereka tidak memiliki nurani, tidak peka terhadap alam sekitarnya.  Manusia hanya memikirkan dirinya, tamak, dan memanfaatkan aku untuk mendapatkan keuntungan yang se-besar2nya,  tanpa memikirkan keadaanku.

Begitulah sifat manusia yang serakah tidak mempunyai rasa kasih sayang.  Aku berdoa suatu saat nanti apabila dunia ini berubah kiranya tuanku akan merasakan apa yg dia lakukan terhadap aku. Wahai manusia apabila kamu menanam benih yang baik, maka kamu akan menuai hasil yang baik pula.

Posted in aneka sari | Comments Off on Keluhan seekor Pecuk

Asa di Trawas

Jalan raya Slepi yang sepi menjadi rame semalamTiada bulan tiada bintang langit gelap dibungkus awan hitam

Di situ di puncak gunung itu kita bertemu dan berkumpul

Dalam ruangan orang-orang tertawa, tepuk tangan, mendengar pidato politik sebagai bagian dari dialektik perjuangan.

Udara dingin diluar sana seakan menjadi panas karena kobaran semangat yang ber-api2

Wajah-wajah sang generasi yang mewarisi darah perjuangan leluhur terhanyut dalam emosi.

Untuk sesaat dalam ruangan semua menjadi kawan, semua menjadi saudara, semua merasa satu semangat, satu perjuangan, untuk suatu tujuan.

Larut malam di Trawas membawa renunganku dalam harapan, untuk tetap bersatu dalam perjuangan tidak saling menjatuhkan dengan mencari simpati dan menjelekkan kawan, mau merendah hati mengakui dan memuji kebolehan lawan.

Bergandeng tangan melangkah bersama menuju suatu cita-cita luhur

Dan dengan ihklas berani mengatakan kalau  menang alhamdulillah!! kalau kalah alhamdulillah!!!

Posted in Uncategorized | Comments Off on Asa di Trawas

TOPENG

Di atas kanvas kita menari-nari diiringi musik kecapi
Wajahku wajahmu ditutupi topeng.
jangan salahkan sutradara karena topeng-topeng pilihan kita sendiri
Dibalik topeng tertutup wajah asli yang diselimuti dusta dan dosa.

Sang pengarang bercita-cita membuat cerita kebaikan kalahkan kepalsuan
Namun di dalam topeng kita dapat tertawa, kita dapat menangis
Ambisi dan keserahkahan, iri hati dan dengki, keangkuhan dan kesombongan
semuanya menyatu dan tersembunyi dibalik topeng.

Musik masih terus mengiringi tarian-tarian semu di atas sana
topeng yang dipakai bisa berganti-ganti sesuai peran yang dilakoni
dibalik topeng ada dusta dan dosa yang semakin bertumpuk.

Dan pabila saatnya lampu dipadamkan tarian akan berhenti dan topeng akan dilepaskan maka terlihat wajah2 asli yang tua dan keriput dan akan mati dalam kesia-siaan daging.

Posted in Uncategorized | Comments Off on TOPENG