Author Archives: sanny maitimu

Asa di Trawas

Jalan raya Slepi yang sepi menjadi rame semalamTiada bulan tiada bintang langit gelap dibungkus awan hitam Di situ di puncak gunung itu kita bertemu dan berkumpul Dalam ruangan orang-orang tertawa, tepuk tangan, mendengar pidato politik sebagai bagian dari dialektik perjuangan. Udara … Continue reading

Posted in Uncategorized | Comments Off on Asa di Trawas

TOPENG

Di atas kanvas kita menari-nari diiringi musik kecapi Wajahku wajahmu ditutupi topeng. jangan salahkan sutradara karena topeng-topeng pilihan kita sendiri Dibalik topeng tertutup wajah asli yang diselimuti dusta dan dosa. Sang pengarang bercita-cita membuat cerita kebaikan kalahkan kepalsuan Namun di … Continue reading

Posted in Uncategorized | Comments Off on TOPENG

ke pura uluwatu

Panas terik tidak mengurangi semangat melangkah menaiki anak tangga menuju puncak Dengan berkain lenin berwarnah ungu dan bermandikan peluh melangkah menyusuri tepian tebing Gemuruh ombak berbuih putih menghempaskan cadas di tebing terjal Sapi sapi berkeliaran bergerombol menyeberang jalan, diatas sana … Continue reading

Posted in Uncategorized | Comments Off on ke pura uluwatu

Memilih jalan

Mendaki gunung lewat jalan setapak dan semak berduri Ingin mencapai puncak nan tinggi disana Ditebasnya alang-alang yang merintang Berjalan mengikuti tiang awan kearah utara Walau peluh mengguyur seluruh tubuh, langkah  pasti kaki mengayun Mengejar mentari yang sebentar lagi akan ke … Continue reading

Posted in Uncategorized | Comments Off on Memilih jalan

untuk sahabatku di Ambon

Senja begitu indah, diantara tanjung dan gunung Angin sepoi-sepoi menghembus dan tubuh terasa begitu dingin Dipantai ini kita kembali bertemu setelah setengah abad lamanya Kenangan masa kanak-kanak ketika kita masih sekolah dahulu Membawa cerita yang sangat terkesan dan tak terlupakan … Continue reading

Posted in Uncategorized | Comments Off on untuk sahabatku di Ambon

Dikampung EMA ketika ku kecil

Bukan opa dan oma tetapi TETEais dan NENEmai Bukan om dan tante tetapi TATA Pai dan MAMA Ona Begitulah masa kecilku menyebut mereka para orang tua Melintasi air terjun Huinang mendaki bukit terjal Menuju pancuran Muspai tempat sejarah kerajaan Majapahit … Continue reading

Posted in Uncategorized | Comments Off on Dikampung EMA ketika ku kecil

Semuanya akan lenyap

Harta dan benda akan habis dimakan ngegat dan api Tubuh akan rapuh dimakan usia dan penyakit Tiada yang abadi yang kita miliki di dunia ini Semuanya akan lenyap dan sirna tiada tersisa Hanya perbuatan baik yang menjadi harapan kasih dan … Continue reading

Posted in Uncategorized | Comments Off on Semuanya akan lenyap

Pesta kawin yang gagal

Melangkah menuruni anak tangga ruang pertemuan Lampu hiasan nan indah menerangi garis hiasan karpet merah Terperanjat membaca papan pengumuman antara percaya dan tidak jauh di relung hati menerka-nerka Tawa riang para tamu memenuhi ruang Tiada kesan tiada pesan prahara yang … Continue reading

Posted in Uncategorized | Comments Off on Pesta kawin yang gagal

surat seorang suami yang sedang berselingkuh

Umpatan, keluhan, marah Keluhan, umpatan, marah Marah, keluhan, umpatan Umpatan, marah, keluhan Keluhan, marah, umpatan Marah, umpatan, keluhan Kasih, cinta, perhatian Cinta, kasih, perhatian Perhatian, cinta, kasih Kasih, perhatian, cinta Cinta, perhatian, kasih Perhatian, kasih, cinta Berbagi cinta Berbagi perhatian … Continue reading

Posted in Uncategorized | Comments Off on surat seorang suami yang sedang berselingkuh

Ada harapan!!!

Perjalananmu telah mengarungi tujuh samudra, kau telah menjelajahi seantero jagat raya untuk mencari kedamaian dalam pikiran tetapi janganlah kau anggap hidup itu sebagai tamasya,  semua keputusanmu yang kau gali dengan nekat telah  membuat dirimu semakin mengerti kemana langkah kakimu akan … Continue reading

Posted in aneka sari | Comments Off on Ada harapan!!!