ke pura uluwatu

Panas terik tidak mengurangi semangat melangkah menaiki anak tangga
menuju puncak
Dengan berkain lenin berwarnah ungu dan bermandikan peluh melangkah menyusuri tepian tebing
Gemuruh ombak berbuih putih menghempaskan cadas di tebing terjal
Sapi sapi berkeliaran bergerombol menyeberang jalan, diatas sana
monyet monyet bergantungan sambil mengawasi benda2 bawaan pengunjung yang bisa diambilnya.
Harum dupa dari dalam pura menyebarkan aroma disepanjang langkah
Umat bersujud menyembah kepada sang Hyang maha besar, memohon agar diberi hati
yang penuh kedamaian dan ketenangan seperti tebing tebing tinggi yang tetap tenang
bertegak kokoh walaupun dihempas ombak laut selatan.
sungguh besar Maha pencipta dengan segala keindahannya yang menakjubkan.

Posted in Uncategorized | Comments Off on ke pura uluwatu

Memilih jalan

Mendaki gunung lewat jalan setapak dan semak berduri
Ingin mencapai puncak nan tinggi disana

Ditebasnya alang-alang yang merintang
Berjalan mengikuti tiang awan kearah utara

Walau peluh mengguyur seluruh tubuh, langkah  pasti kaki mengayun
Mengejar mentari yang sebentar lagi akan ke ufuk

Ambisi meraih kemenangan menuju cita-cita harapan
Tidak disadari perlombaan akan berahkir, ada yang kalah dan ada
yang menang

Menembus jalan bertabur ranjau menuju puncak
Ranjau “Kasih sayang” yang tidak terkalahkan

Memohon pertolongan sang ilahi sebelum terlambat
Dalam pertobatan memilih jalan menuju surga

Posted in Uncategorized | Comments Off on Memilih jalan

untuk sahabatku di Ambon

Senja begitu indah, diantara tanjung dan gunung
Angin sepoi-sepoi menghembus dan tubuh terasa begitu dingin
Dipantai ini kita kembali bertemu setelah setengah abad lamanya
Kenangan masa kanak-kanak ketika kita masih sekolah dahulu
Membawa cerita yang sangat terkesan dan tak terlupakan

Senja itu kita duduk ditepian tebing pantai Natsepa
Saling memandang dan begitu terpesona antara mimpi dan kenyataan
Rambutmu telah memutih dan rambutku juga, ya kita telah rentan
Kulit yang membalut tubuh kita masing-masing pun telah berkeriput

Perubahan besar yang telah terjadi oleh kodratnya alam
Riak-riak putih air laut masih bergulung ditepian pantai
Angin senja masih bertiup dan kita masih saja terlarut dalam cerita lama
Semua terasa begitu indah dalam nostalgia album kenangan
Namun apa daya kini semuanya telah berlalu

Senja sebentar lagi akan berganti dan sang surya pun akan tenggelam
Sembah sujud kepada sang Ilahi atas pertemuan dikala senja
Masihkah kita dapat bersua seperti saat ini…
Dalam pengharapan dan doa kita panjatkan kiranya suatu saat nanti
Kita kan bertemu kembali.

Posted in Uncategorized | Comments Off on untuk sahabatku di Ambon

Dikampung EMA ketika ku kecil

Bukan opa dan oma tetapi TETEais dan NENEmai
Bukan om dan tante tetapi TATA Pai dan MAMA Ona
Begitulah masa kecilku menyebut mereka para orang tua
Melintasi air terjun Huinang mendaki bukit terjal
Menuju pancuran Muspai tempat sejarah kerajaan Majapahit

Hewan-hewan piaraan hidup bebas tanpa dikandangin
bau kotoran bercampur dengan bau pinus dan alang-alang
hiruk pikuk lelaki dan perempuan mencari kayu bakar
Anak-anak kecil ber-lari2 sambil bermain enggo lari
Permainan alamiah yang tanpa kolusi dan polusi

Angin gunung sepoi sejuk membawa damai dalam sanumbari
Di dalam kesederhanaan yang bersahaja
Hutan dan rimba telah terciptakan untuk mereka
Tanpa menanam tetapi dapat menuai hasil
Itulah karunia dari Sang Hiang Maha pencipta

Lamunan masa kecil membuatku mengerti arti pribadi
Hidup di dalam kejujuran kebenaran dan kemerdekaan
Tidur nyenyak sepanjang malam dalam mimpi indah
Kenangan itu tak kan  pernah kembali
yang tersisa hanyalah sepoinya angin.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Dikampung EMA ketika ku kecil

Semuanya akan lenyap

Harta dan benda akan habis dimakan ngegat dan api
Tubuh akan rapuh dimakan usia dan penyakit
Tiada yang abadi yang kita miliki di dunia ini
Semuanya akan lenyap dan sirna tiada tersisa

Hanya perbuatan baik yang menjadi harapan
kasih dan kebajikan menjadi tuntutan hidup
Sampai kelak waktu perhentianmu tiba
Pundi-pundi kebaikan telah kau siapkan

Jelajahilah hari-hari hidupmu dalam damai dan
Kebaikanmu akan tercatat dalam buku sang Ilahi
Persembahkanlah mada suci nyanyian syukur
Sebelum  tiba saatnya engkau akan melayang lenyap

Posted in Uncategorized | Comments Off on Semuanya akan lenyap

Pesta kawin yang gagal

Melangkah menuruni anak tangga ruang pertemuan
Lampu hiasan nan indah menerangi garis hiasan karpet merah
Terperanjat membaca papan pengumuman antara percaya dan tidak
jauh di relung hati menerka-nerka

Tawa riang para tamu memenuhi ruang
Tiada kesan tiada pesan prahara yang telah terjadi
jamuan makan yang mewah dengan dekorasi yang gemerlap
Menyambut para tamu menikmati hidangan beraneka rasa

Dibalik tirai disudut ruang duduk termenung seorang jejaka
matanya menerawang dalam lamunan sampai saatnya harus melangkah
menaiki pangung
Tiada tepukan tangan hanya semua mata terperanjat
Sepatah dua patah kata yang terbata-bata dalam kesedihan yang tak terlukis
Linangan air mata terurai tak tertahankan dalam pelukan sang ayah

Senyuman bangga sang ibu mengekspresikan kemenangan yang telah diraihnya
Karena disini ditempat ini dia telah membuktikan kepada khalayak
atas kemenangan  dalam pertarungan menggagalkan hajatan megah.

Panggung pelaminan telah runtuh ada sesuatu yang terharu, terikat dalam-dalam di lubuk hati sang jejaka  “ada seseorang
yang kurindu” duka perpisahan memenuhi rambatan lebat.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Pesta kawin yang gagal

surat seorang suami yang sedang berselingkuh

Umpatan, keluhan, marah
Keluhan, umpatan, marah
Marah, keluhan, umpatan
Umpatan, marah, keluhan
Keluhan, marah, umpatan
Marah, umpatan, keluhan

Kasih, cinta, perhatian
Cinta, kasih, perhatian
Perhatian, cinta, kasih
Kasih, perhatian, cinta
Cinta, perhatian, kasih
Perhatian, kasih, cinta

Berbagi cinta
Berbagi perhatian
Berbagi kasih
Bisakah ?
Haruskah ?
Sebaiknyakah ?

Cinta yang berlanjut
Cinta yang terbangun
Cinta yang bertumbuh
Adakah ?
Terlarangkah ?
Dosakah ?

Dia yang sudah didekap
Dia yang sudah dimilki
Dia yang sudah dikuasai
Beranikah aku ?
Bisakah aku ?
Mampukah aku ?

Cintaku yang berlanjut
Cintaku yang terbangun
Cintaku yang bertumbuh
Kepada dia pilihanku
Kepada dia pujaanku
Kepada dia mimpiku

Posted in Uncategorized | Comments Off on surat seorang suami yang sedang berselingkuh

Ada harapan!!!

Perjalananmu telah mengarungi tujuh samudra, kau telah menjelajahi seantero jagat raya untuk mencari kedamaian dalam pikiran tetapi janganlah kau anggap hidup itu sebagai tamasya,  semua keputusanmu yang kau gali dengan nekat telah  membuat dirimu semakin mengerti kemana langkah kakimu akan berpijak dan kakimu terus melangkah mengikuti putaran roda karena kau tak ingin terjerat dalam gerigi2 besi yang membuatmu terperosok dan hancur.

Kau telah menjadi bijak setelah ayunan langkahmu  sesuai dengan irama berputarnya roda2.Lalu kau menaburkan cinta supaya dapat menuai aroma kasih dan kasih tak pernah berkesudahan.

Apabila besok pagi kau membuka mata, matahari masih tetap terbit diufuk timur, masih ada harapan!!!!!

Posted in aneka sari | Comments Off on Ada harapan!!!

Sahabatku yang sedang sakit

Seperti rusa rindu sungaimu, jiwaku rindu Engkau
Nyanyian penghiburan yang ku dengungkan pada saat menjengukmu.
Tubuhmu letih menanggung rasa kesakitan, engkau menanggung beban ketakutan karena penyakitmu yang divonis dokter sebagai penyakit yang mematikan, sedangkan engkau tidak ingin masuk ke arena kematian.
Sahabat,
Bersyukurlah derita yang kau alami karena disana kau akan melihat kemuliaan Tuhan.
Diri kita bukan milik kita, diri kita milik Dia, nafas kehidupan adalah karuniaNya yang dipinjamkan kepada kita dan Dia dapat mengambilnya  setiap saat Dia mau karena Dia yang empunya kuasa.
Sahabatku,
Berserah dan mengucaplah syukur setiap waktu selama kau masih diberi pinjaman nafas. Janganlah berputus asa, ingat bahwa maut telah dikalahkan  dan ada kehidupan setelah kematian.
Dalam nyanyian dan puji syukur kita percaya bahwa tangan Tuhan yang selalu pegang.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Sahabatku yang sedang sakit

disuatu senja kala

Senja telah membuat sang bangau ber-siap2 kembali ke bukit menunggu tengggelamnya mentari.
Kicauan burung tak terdengar lagi, suasana mulai terasa sepi.
Cangkir teh masih mengepul asap aroma melati yang baru dituangkan.
Semuanya terdiam terlarut dalam keheningan senja kala nada.
Pertemuan yang selalu membahas seputar penyakit dan kematian.
Sebuah Simfoni yang tak pernah berubah, yang tak pernah selesai.
Senyuman hambar satu persatu menutupi kebohongan nurani, antara ada dan tiada.
Uban di poles cat warna, kulit keriput dibalut satin putih, namun mata tetap sembab.
Dalam usiamu yang senja engkau menunggu datangnya sang malam dalam sandiwara bagaikan layang2 yang terbang ditiup angin kesana kemari tanpa arah. Batinmu hancur hati patah karena cinta telah dinodai. Cintamu telah mati ditelan dendam yang berkepanjangan.
Senja sebentar lagi akan berlalu, engkau menunggu dan berharap sandiwara ini akan segera berahkir, lalu engkau akan melepaskan semuanya dengan tidur panjang dalam damai.

Posted in Uncategorized | Comments Off on disuatu senja kala